Belajar Jurnalistik di Museum Semedo Kabupaten Tegal ‎

Belajar Jurnalistik di Museum Semedo Kabupaten Tegal  ‎

ANTUSIAS - Siswa SMPN 1 Balapulang belajar jurnalistik di museum Semedo.Foto: Hermas Purwadi/diswayjateng.id ‎--

SLAWI, diswayjateng.id - Sebanyak 33 siswa SMP Negeri 1 Balapulang melakukan kunjungan edukatif ke Museum Semedo, Kabupaten Tegal. Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut Workshop Jurnalistik yang telah digelar pada 22—23 Oktober 2025, sebagai wadah penerapan langsung teori yang telah mereka pelajari di kelas.
‎Kunjungan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.30 WIB.

‎Kepala SMPN 1 Balapulang Nuridin, SPd  menyatakan, dalam kegiatan ini para siswa diajak untuk mengamati, menulis, serta memotret secara jurnalistik dengan mengangkat tema sejarah dan budaya. "Mereka tidak hanya melihat koleksi fosil purbakala, namun juga melakukan observasi dan wawancara dengan narasumber di lokasi, serta membaca berbagai sumber literasi yang tersedia di museum," ujarnya.

‎Dia meminta pada siswa didiknya agar jangan hanya datang dan melihat. Jadikan setiap yang kalian temui di Museum Semedo ini sebagai cerita. Dari fosil, buku, hingga kisah masa lalu, semuanya bisa menjadi sumber berita yang menarik jika kalian mampu menulisnya dengan hati dan rasa ingin tahu, cetusnya dengan penuh semangat.

‎Menurutnya, inilah  adalah kesempatan  siswa didiknya belajar menjadi jurnalis muda yang tidak hanya menulis, tetapi juga memahami makna di balik setiap fakta. Diharapkan  melalui kegiatan ini, para siswa mampu mengasah kemampuan menulis berita dan artikel, sekaligus mempraktikkan teori fotografi jurnalistik yang telah mereka pelajari.
‎" Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa antusias menuangkan pengalaman mereka dalam bentuk karya tulis yang menarik dan informatif," ungkapnya.

‎Kegiatan kunjungan ke Museum Semedo ini menjadi pembelajaran kontekstual yang berharga, di mana teori jurnalistik yang diajarkan di sekolah dapat langsung diaplikasikan di lapangan. Dengan cara ini, SMPN 1 Balapulang tidak hanya menumbuhkan kecakapan literasi siswa, tetapi juga membentuk generasi muda yang kritis, kreatif dan berbudaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait