Sehari Empat Kebakaran Rumah di Dua Kecamatan Kabupaten Grobogan, Ini Penyebabnya
Tiga rumah terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Simo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Rabu (23 April 2025). (Dok. Polsek Kradenan/diswayjateng.id)--
GROBOGAN, diswayjateng.id - Dalam sehari terjadi dua peristiwa kebakaran rumah di dua kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Rabu (23 April 2025). Tepatnya, di Desa Cangkring, Kecamatan Tegowanu dan Desa Simo, Kecamatan Kradenan.
Kebakaran di Desa Simo menyebabkan tiga rumah milik warga setempat terbakar. Yakni rumah milik Daman Sobirin (54), rumah milik Sapuan (40), dan rumah milik Tiyem (70).
Informasi yang dihimpun menyebut, rumah yang pertama kali terbakar adalah milik Sapuan. Kejadian bermula ketika anak Sapuan bernama Hasim melintas di depan kamar.
Bocah berusia dua tahun tersebut melihat api di dalam kamar. Seketika, ia memberitahu ibunya, Maghfiroh, jika ada api di dalam kamar.
Maghfiroh yang sedang memasak di dapur segera berlari ke dalam kamar. Ketika dicek, sekitar pukul 09.35 WIB, api di dalam kamar sudah membesar.
Maghfiroh pun segera berlari keluar dan memberitahu suaminya, Sapuan, yang waktu itu sedang memperbaiki mesin selep padi di depan rumah.
Sapun pun berteriak meminta tolong ke warga sekitar. Namun, api sudah terlanjur membesar karena terbuat dari kayu.
Warga kewalahan memadamkan api yang semakin membesar dan dengan cepat merembet ke bangunan rumah di dekatnya, yakni rumah milik Sobirin dan Tiyem.
Kejadian tersebut segera dilaporkan ke Pos Damkar Wirosari. Di bawah arahan Ketua Regu Herwanto, petugas damkar Wirosari langsung berupaya memadamkan api.
Penyebab kebakaran rumah di Desa Simo, Kradenan, saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kerugian diperkirakan mencapai hingga ratusan juta rupiah.
Sementara itu, sekitar pukul 04.35 WIB terjadi kebakaran rumah milik Suparjo (70) di Desa Cangkring, Kecamatan Tegowanu.
Menurut Kasi Humas Polres Grobogan, AKP Danang Esanto, hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 85 juta.
"Tidak ada korban jiwa pada peristiwa kebakaran keempat rumah tersebut. Kami mengimbau kepada warga agar rutin mengecek instalasi listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

